
Pemberian ASI untuk anak saya yang pertama diwarnai dengan drama yang begitu menguras hati, tenaga dan pikiran. Kala itu saya belum mengenal avent. Dengan susah payah saya berjuang mengumpulkan tetes demi tetes asi dengan tangan. Lecet di payudara pun tak terelakkan karena tekanan dari jempol...