Skip to main content

Posts

Hari Pertama Hamzah Sekolah

Sudah dari sebelum puasa, hamzah selalu minta sekolah. Setelah dilihat-lihat sepertinya Hamzah sudah bisa mulai buat belajar di sekolah, bukan di rumah saja. Setelah bunda abi berdiskusi dan menimbang ini itu, kami memutuskan untuk menyekolahkan Hamzah tahun ini.

Lalu apa yang membuat bunda abi yakin Hamzah sudah siap buat sekolah, padahal kalo dari segi usia Hamah baru 4 tahun? Ada beberapa pertimbangan, pertama memang anaknya sudah tertarik untuk belajar seperti menulis, mengerti arahan yang kita berikan, sudah menunjukan kemandirian, dan minat untuk sekolah. 
Pada dasarnya bunda abi nggak mau memaksakan Hamzah buat sekolah kapan. Kalo ternyata tahun ini anaknya belum tertarik ya akan kami tunda lagi, sampai benar-benar anaknya yang mau. Karena pada akhirnya hamzahnya yang minta sekolah dengan kemauan sendiri, maka bunda abi akan mendukung semampu kami.
Soal pemilihan sekolah, kami nggak survei sana sini, nggak menentukan kriteria yang muluk-muluk. Cukup yang dekat rumah, Islami, da…
Recent posts

Pilih Yang Dibutuhkan, Bukan Yang Diinginkan

Entah sejak kapan ini terjadi. Inget banget dari dulu suka nggak rela buat menghabiskan uang untuk hal-hal yang enggak penting. Misalnya nih, dulu suka banget sama karakter keropi, ituloh kodok ijo yang lucu banget. Kayaknya kalo lihat yang ijo-ijo apalagi berbau keropi, mata itu jadi ijo banget. Pengennya mah sikat bawa pulang. Tapi, kok logika selalu berkata, "sampai rumah mau diapain ya?" atau "ih, sayang banget deh duitnya buat kayak gini, mending buat jajan". Lah ketahuan banget kalo hobi makan. Sampai-sampai nih kalo lagi jalan sama temen, terus aku terpesona memandang pernak-pernik berbau keropi, udah dipegang-pegang, dipeluk-peluk, terus bergumam, "beli nggak ya?". Pastilah temen saya langsung bilang, "buat apa?" wakakak saking kezelnya sering bilang pengen tapi nggak dibeli juga.

Aku sudah pernah cerita kan, kalo dari kelas 3 SD uang jajannya itu bulanan. Makanya suka diirit-irit banget kalo soal beli-beli pernak pernik yang bukan kebut…

Mudik 2018, Kerinduan

Alhamdulillah, setelah melewati perjalanan darat selama 20 jam, akhirnya sampai juga di kampung halaman suami. Perjalanan tahun ini bisa dibilang cukup lancar, hanya macet sebentar di beberapa titik.

Setiap tahun, mudik lebaran enggak boleh terlewatkan. Hanya saat akan lahiran Dzaky aja kita sempet nggak mudik karena HPL nya pas tanggal lebaran. Ternyata lahirannya mundur seminggu.

Banyak hal yang membuat kita selalu bela-belain buat pulang kampung, buat nambah cuti diluar cuti bersama karena biar bisa mudik ke dua kampung. Kampung suami dan kampungku. Alhamdulillah, keluarga kami masih berada di satu provinsi walaupun yang satu di jawa bagian selatan, yang satu di jawa bagian utara. Coba beda pulau. Nggak kebayang deh tuh ribet mudiknya. Hehe

Jadi apa dong, yang selalu bikin ingin pulang. Keluarga. Yap, bisa ketemu dengan keluarga di momen yang memang dinanti setiap umat muslim itu sesuatu banget. Momen kebersamaannya itu lo yang nggak tergantikan.

Kapan lagi keluarga besar bisa ngum…

Mengatur Keuangan

Kalo masalah duit, emak-emak mah jagonya ya nggak? Yup, dari kelas 3 SD bunda sudah diberikan uang jajan bulanan sama mama bunda. Jadi, mau nggak mau harus bisa ngatur uang jajan biar cukup buat sebulan. Tapi, menurut bunda, dikasih uang jajan bulanan itu banyak manfaatnya. Selain manfaat jangka panjang yang bunda rasakan sampai sekarang, ada juga manfaat jangka pendek yang dulu bisa langsung bunda nikmati. Hal ini yang membuat bunda ingin menerapkan metode kasih uang jajan bulanan ke anak-anak. :)

Manfaat jangka pendeknya adalah besaran uang jajan satu bulan dihitung 30hari, jadi waktu itu, 1 hari dikasih jatah 500 sama mama, jadi 1 bulan dapat 15rb. padahal kan kita sekolah nggak full 30 hari, ya kan?. Yang artinya ketika libur bunda tetap dapat jatah uang jajan. Padahal oh padahal kalo libur dan pengen jajan mah tetep aja minta uang ke mama atau papa. Dari situ bunda bisa saving sampai 5rb perak buat dikumpulin dan kalo udah terkumpul 15rb-20rb bunda langsung minta dianterin ke to…

Planetarium Jakarta

Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan ya bunda semua. Semoga kita diberikan kekuatan untuk menjalankannya dan mendapatkan pahala dari Allah SWT. Sempet vakum curhat disini untuk beberapa lama, akhirnya ketemu wangsit buat nulis lagi. Semoga istiqomah ya bund.

Beberapa minggu yang lalu Mas Dzaky tiba-tiba ngajakin ke Planetarium. Katanya sih tertarik karena denger cerita dari Bu Guru. Lanjutlah bunda cari-cari info jadwal penayangan filmnya. Pengalaman beberapa tahun yang lalu, datang di waktu yang kurang tepat yang bikin kita harus nunggu lama pake banget.huhuhu

Berbekal info dari dunia maya, langsung deh kita putuskan buat berangkat dari rumah jam 9an. Berangkat dari rumah naik motor ke stasiun Cakung, lanjut naik KRL jurusan Jakartakota. Turun di Stasiun Cikini, dan kita makan dulu dong, karena menurut info yang bunda baca, jadwal penayangannya adalah jam 10.00, 11.00, 13.00 dan 14.00. Cocoklah kita mau nonton yang jam 13.00 aja rencananya. Selesai makan, kita lanjut naik bajaj, …

Mas Dzaky Masuk SD

Hai bunda semua, lama banget ya bunda ga muncul. Sekarang bunda mau cerita nih. Mas Dzaky sekarang udah masuk sekolah dasar loh. Iya, mas Dzaky yang dulu masih bayi itu, yang dulu suka nyanyi kasih ibu pakai nada yang khas, dan Mas Dzaky yang suka bilang "itu iyaaa.." dengan nada ciptaannya sendiri. Huhuhu, Cepet banget ya waktu berlalu.
Awalnya sempet galau juga, bunda mau masukin Dzaky SD tahun lalu atau tahun ini, secara Dzaky nih lahir dibulan yang nanggung banget sama tahun ajaran baru. Iyap, September. Kalo masuk sekolah tahun lalu masih belum genap 6 tahun, kalo tahun ini udah 7 tahun kurang 3 bulan. Tapi dengan banyak pertimbangan, akhirnya bunda dan abi mutusin buat masukin Dzaky SD tahun ini. Yeeeaayyy...
Bunda enggak seheboh emak-emak lain dalam cari sekolah. Kriterianya, yang pertama SD IT, deket rumah, sekolahannya enak, kurikulum yang masih manusiawi buat anak dan yang nggak kalah penting adalah murah..hehe jangan-jangan ini pertimbangan utama lagi. Pas udah dica…

Ngantor Lagi

Senin tanggal 4 April 2016 saya kembali ke rutinitas, yaitu ngantor. Rasanya butuh energi lebih untuk bisa memulai sesuatu yang baru setelah dua tahun rehat. Saya harus kembali bangun lebih awal, mandi lebih pagi dan harus meninggalkan duo krucil yang masih terlelap. Tak bisa diungkapkan dengan kata-kata perasaan saya saat ini.

Di kantor, saya tidak langsung nyaman, masih ada masa peralihan yang harus saya alami, tidak dapat tempat, belum ada pekerjaan tetap dan kembali mengingat satu per satu teman lama maupun baru, haha. Beruntung ada keluarga kedua saya yang bersedia "menampung" saya untuk sementara waktu, memberikan saya tempat dan rasa diterima.

Drama yang sebenarnya adalah waktu pulang kerja. Saya harus dapat menemani anak-anak bermain, mencurahkan kasih sayang yang tertunda selama saya di kantor dan menahan rasa capek perjalanan pulang kantor yang sangat menguras tenaga. Tiga hari berlalu dengan penuh drama, mas Dzaky minta ditemeni main, dek Hamzah minta mimik dan te…