Sunday, March 10, 2019

Romantis Ala Papa Mama

Dari jaman kecil, udah biasa banget melihat mama papa yang berbeda pendapat. Mama yang gampang emosi berpadu dengan papa yang santai tapi kalo sudah berpendapat tidak bisa diganggu gugat. Unik banget deh mereka ini.

Sampai sekarang sudah bercucu dua tetap saja, mereka sering banget berdebat romantis. Haha iya romantis, soalnya ya walaupun suka berantem gitu tapi keduanya tetap romantis, saling melengkapi. Kemana-mana berdua, mama tetap sabar dan setia mendampingi papa dimanapun kapanpun dalam segala kondisi.

Baru-baru ini, papa sakit, badannya keringat dingin terus. Papa yang santai cenderung menggampangkan tidak mau dibawa ke rumah sakit buat diperiksa menyeluruh. "Ah, paling masuk angin biasa" kilahnya. Mama dan kami anak-anaknya harus susah payah untuk membujuk papa mau ke RS. Akhirnya mau juga. Dan yang mengejutkan kami semua adalah hasil pemeriksaan menyatakan bahwa gula darah papa sampai 400. Ya Allah tinggi banget.

Papapun dirawat selama 5 hari. Selama itupun, mama dengan setia menemani papa di RS dengan sabar. Luar biasa. Seperti tidak ada rasa lelah. Demi melihat belahan jiwanya, teman hidup bertahunnya sembuh kembali, mama ikhlas melakukannya. Pemandangan yang mengharukan.

Sekarang Alhamdulillah papa sudah pulang ke rumah, sudah sehat kembali, mama pasti akan lebih cerewet lagi mengawasi pola makan papa. Haha papa yang santai akan bilang, "ah, gapapa sedikit aja", dan berantem romantispun akan dimulai lagi. Tapi begitulah papa mama, romantis dengan caranya.

Sehat terus ya mama papa.

3 comments:

  1. Cerita ini mengingatkan saya sama tante dan omku rahimahullaah. Selama kurang lebih setahun omku sakit selama itu pula orang yang paling setia menemani dan merawatnya adalah tanteku. Dari situ saya jadi belajar bahwa sosok yang paling dekat dengan kita (setelah berumah tangga) baik dalam suka maupun duka adalah pasangan kita sendiri.

    Alhamudulillaah papanya sudah sehat ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bener mbak Siska, mau seperti apapun pasangan kita, pada akhirnya yang akan setia menemani di saat tersulit adalah orang terdekat (khususnya pasangan). Alhamdulillah papa udah sehat. Semoga sehat selalu.

      Delete