Ngantor Lagi

Senin tanggal 4 April 2016 saya kembali ke rutinitas, yaitu ngantor. Rasanya butuh energi lebih untuk bisa memulai sesuatu yang baru setelah dua tahun rehat. Saya harus kembali bangun lebih awal, mandi lebih pagi dan harus meninggalkan duo krucil yang masih terlelap. Tak bisa diungkapkan dengan kata-kata perasaan saya saat ini.

Di kantor, saya tidak langsung nyaman, masih ada masa peralihan yang harus saya alami, tidak dapat tempat, belum ada pekerjaan tetap dan kembali mengingat satu per satu teman lama maupun baru, haha. Beruntung ada keluarga kedua saya yang bersedia "menampung" saya untuk sementara waktu, memberikan saya tempat dan rasa diterima.

Drama yang sebenarnya adalah waktu pulang kerja. Saya harus dapat menemani anak-anak bermain, mencurahkan kasih sayang yang tertunda selama saya di kantor dan menahan rasa capek perjalanan pulang kantor yang sangat menguras tenaga. Tiga hari berlalu dengan penuh drama, mas Dzaky minta ditemeni main, dek Hamzah minta mimik dan terkadang orang tua ingin mencurahkan rasa kangennya via telepon. Tentu hal ini menyenangkan, berarti saya selalu ada di hati mereka, tapi kalo rasa lelah masih mendera dan semua berlangsung dalam satu waktu, emosi saya suka tak terkendali.

Hari keempat saya bertekad untuk memperbaiki semuanya. Saya harus bisa menahan emosi, bisa bermain dan mendengarkan segala cerita mas Dzaky, dan bisa mendekap hangat dek Hamzah. Alhamdulillah hari keempat berjalan dengan aman dan menyenangkan. Semoga seterusnya begitu.^^

Comments

  1. semangat ya mbak. Isnya Alalh bisa dapet rtimenya lagi

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Mau ASI Banyak? Yakin Kuncinya... :D

Anakmas : Kau Tak Seperti Dulu Lagi ^^

Menggulung Lidah