Manajemen Kas Keluarga



Apel pagi kali ini ada sharing dari seorang rekan kerja yang cukup menarik untuk saya bagi juga kepada teman-teman semua.

Cerita berawal saat beliau bersama temannya memesan bakso dari abang bakso keliling. Setelah bakso dilahap sampai habis, ga tau sehabis apa..hehehe Beliaupun membayar kepada abang bakso tersebut. Saat menerima uang tersebut ada hal menarik yang dilakukan oleh abang bakso tersebut. Abang bakso membagi uang yang diterima menjadi 3 bagian, satu bagian masuk ke kaleng kecil pertama, satu bagian lagi masuk ke kaleng lainnya dan bagian terakhir masuk ke kantong abang bakso tersebut.
Melihat hal tersebut membuat rasa penasaran rekan saya memuncak. Bertanyalah rekan saya  kepada abang bakso tersebut. Korek punya korek ternyata uang tersebut dibagi menjadi 3 peruntukan. Yang pertama untuk biaya naik haji (tabungan haji lah istilahnya), yang kedua untuk zakat dan yang terakhir untuk dirinya dan keluarganya... Subhanallah :)

Dan usut punya usut, abang bakso ini telah mendaftarkan diri sebagai calon haji. Dan menurut cerita dia akan naik haji 2 tahun lagi. Itu cerita tahun 2008 dan menurut kabar tahun 2010 kemarin abang akhirnya berangkat haji juga... Wuiihhh Subhanallah mantabbb... :)

Sebenernya yang saya sorotin buukan naik hajinya, tapi dari penghasilan yang tidak cukup banyak, abang ini bisa memanage uangnya dengan baik, sehingga bisa menunaikan kewajibanya sebagai hamba Allah ataupun sebagai kepala rumah tangga.

Menurut rekan saya, cara abang bakso tadi dapat kita tiru. Kita bisa membuat beberapa kantong untuk membagi-bagi uang kita. MIsal kantong pertama untuk sekolah anak, kantor kedua untuk kebutuhan sehari-hari dan kantong-kantong lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan kita.

Dengan begitu kita harus belajar efisien dalam menggunakan uang yang ada dalam kantong kebutuhan sehari-hari. Kita harus konsekuen dengan tekat kita dan tidak menggunakan uang yang ada di kantong lain untuk kebutuhan yang tidak sesuai dengan niat awal dibuat kantong ini.

Secara pribadi saya sudah mempraktekan cara ini sejak masih SD. Dari kelas 3 SD, saya dikasih uang saku bulanan oleh mama saya. Kata mama "terserah uang ini mau kamu habiskan sehari atau kamu tabung semua, tapi harus ingat konsekeunsinya". Akhirnya dari situ saya belajar untuk memanage uang dengan baik. Dan kalo diingat-ingat, dulu saya selalu bisa menabung setiap bulannya :)...
Hal tersebut saya praktekan hingga saya berumah tangga, ada kantong yang saya dan suami sebut sebagai tabungan dedek, ini berisi tabungan untuk biaya anak saya kelak. Kami berkomitmen untuk tidak mengutak atik tabungan tersebut kecuali kepepet loohhh aaahhhh hehehe enggak dink, saya harus bisa!!!

Tapi berapa bulan akhir ini saya agak kebobolan sana sini, ya namanya juga hidup ya. Kadang di atas kadang di bawah,, apa hubungannya.. Intinya banyak kebutuhan yang harus terpenuhi dan terpaksa merogoh kantong yang tidak seharusnya. Tapi yang pasti saya bertekad bahwa dalam harta yang saya dapat ada hak orang lain. Sooo jangan samapi lupa menyisihkan untuk berbagi dengan orang lain. Ga ada ruginya!!! beneran dijamin... Malah InsyaAllah rejeki makin lancar.. Coba aja kalo ga percaya..hehehe

Oia.. Ada satu kalimat, eh satu ada dua ya?? hehehehe..Gini ne... Kalo kita ingin bisa memperbaiki hidup alias nabung, maka hanya ada dua cara... Pertama, efisienkan pengeluaran atau yang kedua, menambah penghasilan dari hasil kreatifitas kita, misal dagang...hehehe

Semoga bermanfaat ^^



Comments

  1. Pas pertama kali berkeluarga (emang sekarang udah berapa kali? hihi) aku juga bikin pos2 pengeluaran gitu Tik. Uangnya aku masukin ke amplop2 yg udah diberi label, misal: belanja, jajan, beli buku, dst. Tapiii, lama-lama jadi nggak tertib. Nyomot sana sini. Akhirnya skg ga lagi. Aku jg bikin rekening baru buat tabungan dedek. Sampe beberapa bulan rajin nabung disitu, lama-lama enggak lagi, huhuhuu..

    Emang harus memaksakan diri buat hal yg satu ini. Ya, bersusah2 dahulu, bersenang-senang kemudian :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha hayooo udah berapa kaliii..

      Iya emang mbak kalo awal2 masih terkontrol.. ke sininya makin ga bisa naham diri. Emang kuncinya harus niat sungguh2..hehhee

      Delete
  2. Replies
    1. semoga kita bisa mengikuti jejak abang bakso tersebut ya. Naik haji dengan menyisihkan penghasilan kitaaa.. AAmmiinn

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Mau ASI Banyak? Yakin Kuncinya... :D

Anakmas : Kau Tak Seperti Dulu Lagi ^^

Menggulung Lidah