Perenungan Untukku

Kemarin sore ada acara pisah sambut di bagian tempatku bekerja. Kenapa pisah sambut?? Karena keluarga bagian kami kedatangan 5 pegawai baru dan ada beberapa teman bagian yang harus mutasi ke bagian lainnya.
Kami adakan acara di Sate Maranggih Purwakarta... Hmmm tempatnya tidak jauh dari pintu keluar tol cikampek. Terhidang banyak makanan di meja. Kami menyantapnya dengan suka cita. Alhamdulillah ^^

Acara dilanjutkan dengan acara sambutan dari berbagai pihak. Kesan pesan pun disampaikan dari perwakilan bagian kepada teman yang akan pindah. Begitu akrab suasana. Kami semua bahagia, kami memang sudah seperti satu keluarga sendiri. Setiap hari bertemu dan menimbulkan banyak rasa (kok kayak iklan kopi ya.. "Karena Hidup Banyak Rasa.."hahaha)
Acara berakhir...


-------------------------------------------

Cerita berlanjut saat aku kembali dari acara itu menuju ke rumah. Aku turun di pinggiran tol. Aku jalan menuju ke pinggir jalan kota bersama seorang rekan sekaligus tetangga. Kami harus naik dua kali angkot untuk bisa sampai ke rumah kami.

Pengalaman di angkot PERTAMA

Angkot itu masih sepi saat aku naik. Hanya ada seorang Ibu dan dua anaknya. Pakaian ketiganya sangat lusuh. Tubuh mereka sangat kumal. Kaki mereka mengisarakat bahwa mereka telah menelusuri jalan berdebu yang panjang. Miris aku melihatnya. Kemirisanku bertambah saat anak yang terkecil berumur sekitar 10 bulan menangis merajuk. Sepertinya anak itu lapar atau haus. Disodorilah anak tersebut dengan nenen sang ibu. Baru nenen sebentar anak itu melepaskannya dan minta nenen yang satunya lagi. Begitu seterusnya kejadian ibu dan anak tersebut. Dugaanku, mungkin ibu itu belum makan juga alias dalam keadaan lapar juga, sehingga ASI yang keluar kurang banyak sehingga Si Anak menolaknya. Sang Ibu kadang terlihat sedih. Pandangannya kosong, melamun.. Entah apa yang dilamunkannya.

Anak kecil itu semakin merajuk. ditunjuknya bungkusan plastik hitam yang ada di sebelah ibu itu, mungkin dia pikir plastik itu berisi makanan atau minuman. Dan ada yang tau apa isi kantong plastik hitam itu? Aku perhatikan kantong plastik itu, aku pun penasaran isinya. Aku pikir kalo itu memang berisi makanan kenapa ga langsung saja diberikan kepada anak kecil itu. Tapi aku salah, bungkusan itu berisi kumpulan botol plastik dan gelas plastik bekas. Mungkin mereka baru saja mulung botol bekas seharian itu. Menangis dalam hati saya melihatnya. Sediiihhh sekaliii... Aku baru saja makan makanan enak bersama teman-teman bagianku, padahal di luar sana masih banyak orang yang kelaparan. Sungguh ini perenungan bagi aku. Aku harus menjadi orang yang selalu bersyukur terhadap apa yang aku dapat saat ini. Dan aku harus selalu semangat berbagi kepada sesama. Tak usah aku ceritakan apa yang aku lakukan saat itu. Tapi sungguh aku tidak bisa melupakan senyum anak itu. Senyum yang menentramkan hatiku sejenak karena aku tau perjalanan hidup mereka masih panjang dan berat. Allah pasti penguatkan mereka. Aku yakiinnn ^^...


Cerita Bunda
23 Mei 2012
^^

Comments

  1. Aku jadi ikutan sedih bund.. aku paling ga tega ngeliat hal2 kayak gitu. smoga kita selalu dalam golongan orang2 yang bersyukur dan beruntung, amin..

    ReplyDelete
  2. aamiinn.. bener sedih banget liat hal seperti itu masih banyak di Indonesia... Semoga Indonesia makin baik ke depannya ^^ Aamiinn
    Kita harus bisa menghargai hidup yang kita punya sekarang...

    ReplyDelete
  3. Waduh Bun, dengernya aja miris, gimana kalau aku ngliat langsung, ya? Semoga yang Bunda lakukan bagi mereka, dibalas berlipat oleh Alloh, amin.. :)

    ReplyDelete
  4. Iya bund.. Miris banget nget pokoknya... Ga tegaaa...

    Aamiinn.. mudah2an mereka mendapat kehidupan yang semakin baik nantinya :) amin amin Ya Robbal A'lamin

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Mau ASI Banyak? Yakin Kuncinya... :D

Anakmas : Kau Tak Seperti Dulu Lagi ^^

Menggulung Lidah